Blog baru eeuuyy!!
April 20th, 2008 by arunawriteBlog baru:
alwaysrun.wordpress.com
Blog baru:
alwaysrun.wordpress.com
Gak pernah nulis lagi…
RPL Labz- inilah keadaan lab RPL tercinta saat malam hari dan study group web mading berjalan. siapakah makhluk2 yang hidup disini? Terhitung mulai dari akuarium, duduk di meja komputer sampe ruang lorong ‘L’
Mbak Desty: buka Dreamweaver gak jelas, belajar CSS apa ngelamun mbak?
Aruna: bikin blog euy
Mika: bikin flash Perpajakan, sambil ngegosip ‘dangdut 2′ ama gw. wkwkwkwk….
Afi, Isa, Helena: mendengarkan Bayu dengan baik yang menjelaskan tentang CSS.. hmmm….
pukul 20.33: Yoyo nelpon, "mbak… gimana sg nya jalan gak? ada berapa orang yang dateng?"
gw: "iya yo… jalan koq…"
Bayu: menerangkan tentang CSS
Kak Didit: ngerusuhin ajah, nembakin semua orang di lab. dor, dor, mati semuaaa….
Kak Riyandi: rruunn… runnn… rruunn… -sumpeh, cerewet banget ini orang-
Vira: berdiskusi hangat dengan mbak desty
Kak Zepthin, Kak Singgih, Kak Joel, Mb Pipit, Kak Iphoenk, Kak Erwin di ruang sebelah, gak tau deh ngapain.
dan yang lain, lain….
-luv u all-
Asal muasal berjalannya rencana Tuhan akan terlahirnya
seorang Aruna Anggayasti Priyanto, Kharisma Nusanta Priyanto-kakak gw- dan
menyusul kemudian adik gw, Helmika Mahendra Priyanto ke dunia, adalah pada hari
itu. Suatu hari di sekitar tahun 70’ an, mungkin, saat pemuda berambut keribo
ala Ahmad Albar dengan latar kota Surabaya yang sedang hujan
meminta seorang ibu guru cantik yang ada dihadapannya untuk menjadi kekasihnya.
Ibu guru berambut gelombang mekar terurai yang sedang mode jaman itu bilang,
iya.
Denger bokap gw cerita masalah kisah cintanya ama nyokap gw
bisa ngabisin waktu dari jam 11 malem sampe jam 2 pagi plus 3 gelas kopi
sebagai penyemangat. Walopun sebenernya gw sama kakak gw udah denger berulang
kali, kami masih menjadi pendengar setia. Mau gak mau, karena bokap gw emang
pencerita yang hebat, atau memang ceritanya yang cukup hebat. Memang gak se
dramatis drama Jepang atau film Bollywood tapi cukup menginspirasi kami tentang
HIDUP. Elaaaa…… jangan kesedek ya gw ngomong gene.
Yup, perjuangan dua sejoli ini emang bener2 dari bawah.
Mereka pacaran di angkot antar Malang-Surabaya. Bokap gw
nyopir, nyokap gw nemenin, jadi kenek? Gak tau. Bokap nyopir, bukan buat bayar
kuliah tapi diluar itu, buat biaya gaul. Katanya si, klo di itung2, untung dari
nyopir itu lumayan banget. Yang klo jaman sekarang, kerjaan part time yang
keren itu jadi waitress di kafe2, hhmmm… mungkin jaman dulu kerja part time ya
ini, nyopir angkot.
Sudahlah model pacaran mereka yang aneh, tertanyata tidak direstui
pula oleh kakek. Si Budi yang saat itu hanya anak kuliahan, belum lulus, belum
punya penghasilan tetap dan urakan, gak sebanding dengan calon2 suami yang
lain, ada dokter, ada… pokoknya sudah kerja semua deh. Tapi saat nyokap-muda-
ditanya mau yang mana, gadis kurus yang duduk menunduk bernama Nuniek itu
kekeuh berkata “MasTok aja…” (Mastok panggilan sayang nyokap ke bokap), kakek Soebadi
dan keluarga besar yang hadir di sidang itu pun tak berkutik…
Emang bokap gw seorang pemberontak, bukan penurut, masih
nekad nyuri2 anak orang buat pacaran. Curi2 waktu, curi2 alesan. Backstreet
ceritanya. Aahh… indahnya sinetron.
Pernikahan pun terjadi sederhana, yang lebih mirip kawin
lari. Suatu hari kedua sejoli itu membulatkan tekad, nyokap gw kabur dari rumah,
loncat jendela. Sang kakek belum merestui, mungkin cuma menjalankan ijab kabul. Pernikahan digelar
di rumah bokap, tamu seadanya, gak ada resepsi di gedung kawin mewah ataupun
undangan berpita emas.
Habis kawin, tak direstui pula, otomatis harus hidup mandiri.
Untungnya bokap udah lulus dari kuliah. Dengan berbekal
ijazah di tangan, bokap melamar kerjaan apa saja asal bisa menghidupi satu
manusia yang sekarang menjadi tanggung jawabnya, istrinya. Apa saja, sampe2
bokap pernah ngelamar jadi kuli bangunan, dan dijawab oleh mandor, mas, lulusan
sarjana ngapain ngelamar kerja kaya gini…
Dan akhirnya, bokap gw dapet kerja as PNS di PU alias
Pekerjaan Umum-buat kalian yang gak tau- dan harus bersedia dengan penempatan di derah manapun. Waktu itu, tawarannya
ada Sulawesi Mana Lupa dan NTB. Yaa…. Anda benar! Akhirnya kedua insan itu
merantau ke Lombok pada tahun 80’ an. Lombok yang pada saat itu masih jauh dari peradaban, dengan budaya yang berbeda,
menjadi tempat adu nasib mereka. Pertama hidup di kamar dengan satu kamar, yang
merangkap jadi ruang tidur, ruang tamu dan ruang keluarga, plus teras yang jadi
dapurnya. Karena penganten baru, kata mereka si seneng2 aja walopun tiap hari
menunya makan dendeng goreng. Pake backsong lagu Koes Plus, gw bayangin film2
jadul, yang bintangnya Rhoma Irama atau Rano Karno, mirip mereka kali ya…
Tahun 1982, lahirlah bayi laki2 yang putih, cakep, rambut
lurus, kakak gw.
Tahun 1987, lahirlah bayi perempuan berkulit hitam,
keriting, berhidung pesek, itu gw…
Jangan bingung, jangan heran, hidung gw dulu emang pesek sek
sek… Gak tau kenapa, sekarang bisa mencuat tak terkendali. Bu de2 dan Tante2 gw
bilang, dulu hidungnya rajin di tarik2 sama ibu biar mancung ya… Gak sama
sekali. Saat gw dan kakak gw berada di reuni keluarga, selalu dibilang, Risma
mirip ibu e, Angga-panggilan lain gw- mirip Tatok-bokap gw-. Ayahanda, jangan
marah, mirip bapak berarti gak cakep kaya ibu.
Saat gw belum kelar TK, bokap boyong keluarganya ke Bandung, demi bokap gw yang akan melanjutkan menuntut ilmu
di kota
pendidikan ini. Rumah boleh kontrakan, tapi mobil punya dong. Keluarga gw emang
termasuk mendahulukan kebutuhan senang2 daripada kebutuhan primer sepertinya…
Mobil sedan Honda Civic bercat hijau muda itu berjasa membawa kami mondar
mandir Bandung-Surabaya buat mudik. Oia, kakek Soebadi sudah merestui
sepenuhnya. Karena melihat kegigihan bokap gw dan melihat cucu pertamanya-kakak
gw-yang ndut, ginuk ginuk dan menggemaskan itu. Hati orang tua mana yang gak
luluh… Budi sudah membuktikan kepada mertuanya, komitmennya tidak main2.
Setelah belajar di kota Bandung, kami kembali lagi ke Lombok dengan bekal lebih mantap.
And life goes on…
Bokap menyelesaikan sisa ceritanya dengan petuah2-seperti
biasa- sambil menyeruput kopi. Mas Risma juga. Gw kopi susu. Sudah lewat pagi,
ibu nungguin nih. Keluarlah kami dari kafetaria atau coffee shop itu.
Sekarang, saat umur mereka hampir genap 50, saat gw liat
adegan bokap protes karena tempenya kurang garem, dan nyokap ngomel ngingetin
masalah kesehatan, gw masih bisa lihat ke-Romantisan-isme mereka.
Ini cuma sepenggal kisah diantara kisah2 hebat dan
inspiratif lain yang mungkin juga sering kalian dengar dan disumpal2 masuk ke
telinga kalian oleh orang tua kalian.
Kadang2 gw pikir, keluhan2 kita saat ini tidak sebanding
dengan perjuangan orang tua kita pada jaman dulu yang pasti dramatis bak film
nya Rhoma Irama dan Rano Karno tadi. Gw hampir percaya kalo, sengsara
mengabadikan cinta. Dikasi quote biar lebih dramatis:
“Sengsara Mengabadikan Cinta…”
-Seandainya ortu gw
punya account di friendster dan baca blog ini, bakal komen apa ya…-
-Buat anak2 RPL yang ribet bet-
Wahai para wanita disana, sadarlah kalian telah menyusahkan para pria. Disaat kalian bimbang, hanyut dengan lagu2 cinta dan terbuai dengan rayuan tapi masih gak memutuskan apa2.
Menghindar dari Mr. Asik karena dia tidak terlalu Right.
Menghindar dari Mr.Right karena dia tidak terlalu Asik.
Suatu saat kamu kenalan dengan Mr. Asik, kalian langsung cocok. Kamu merasa dialah orang yang tepat. Tapi, makin lama… You think too much. Terlalu banyak pertimbangan. Kamu ingin yang lebih dari sekedar Mr. Asik. Kemudian kamu berjalan menjauh…
karena dia disanan, Mr. Right, menunggumu, dia ganteng, baik, masa depan cerah, everything you want is belong to him. But, ooh… why there’s no chemistry? He come at the right time, telling you the right words, but you don’t know why you don’t feel anythin. Kamu cuma perlu ngomong satu kata ini, "YES!" But, you didn’t…
You didn’t…
Akhirnya kamu bilang, "lebih baik kita temenan aja…" dan bertambah satu lagi pria kecewa karena penolakanmu, penolakan yang sangat beraaat bagimu… Kamu merasa jahat, tapi mau bagaimana lagi. karena itu keputusan terbaik yang bisa kamu ambil untuk saat itu.
Kamu sadar kamu terlalu mencari detail yang tepat, mungkin perpaduan antara Mr. Asik dan Mr. Right, atau karena alasan2 lain.
Dan kamu bertahan dengan alasan itu…
terserah. itu memang kekuatan kita, kaum ibu Kartini. The strength of woman.
Kartini pun butuh Kartono. yang mana sebenarnya Kartono mu?
…
Tapi, gw pikir2, who cares lah about Kartono2an. kita masih punya temen2 di sekitar kita yang bersedia membantu dan menopang kita saat seneng atau sedih. Buat gw, lebih penting nyari temen baru daripada nyari pacar baru. Lebih penting ngejaga hubungan kita ama sobat daripada mati2an ngejer cowo/cewe gebetan lo.
Tidak ada rotan, akar pun jadi.
Tidak ada pacar, temen pun jadi.
Pacar bisa dateng sendiri kalo lo percaya yang namanya jodoh di tangan Tuhan.
lagipula cinta gak bisa dipaksakan bukan? alah…
Keluarga gw sempet keder harus pindahan ndadak kaya gini.
Jadi ceritanya kami semua sekeluarga pengen liat2 kota Semarang,
sambil cari rumah, sambil jalan2, and so excited to get new adventure! Secara
keluarga gw emang tukang jalan. =)
Pertama gw nyampe Semarang itu malam hari, lewat jalan tolnya gitu… wuuiihhh… keren yak, lampu
permukimannya keliatan di bukit kanan kiri sepanjang jalan tol itu. Gak kalah
ama the view. Bukan satu bukit tapi berbukit2. jalanannya kota semarang aja juga
gitu, naik… turun… naik… Cadas dah pokoknya. O iya, gw masih belum ngerti
fungsinya “Jalur penyelamat” yang buntu itu? Buat apa coba…
Mulailah kami mencari tempat nongkrong, atau tempat makan
atau apa lah yang wajib dikunjungi di Semarang.
And… everything is about SIMPANG LIMA. Yup, Simpang Lima, jantung dari kota ini. Di perlimaan
ini, ‘bundarannya’ adalah sebuah lapangan gedeeee… yang dimana kendaraan2 harus
mengelilingi lapangan itu dulu buat belok. Yaa… anggep bundaran HI versi Semarang. Disana ada mall,
ada kaki lima,
toko2, tempat nongkrongnya berbagai macam bike club kalo malem minggu, tempat
trek2an, tempat olahraga pagi pada hari minggu, dan lain lain. Pokoknya Simpang
Lima ajah.
Yang menarik untuk diceritakan adalah, kota ini memang dikenal kurang bergairah. Apa
maksudnya??? Hehehe… lihat saja mall nya. Hanya 2 yang bagus. Mall ciputra dan
java mall. Gw baru pernah masuk di mall ciputra yang terletak di simpang lima. Di mall ciputra gw
ma kakak gw seperti baru menemukan peradaban yang sebenarnya. =P tempat
nongkrong lain? Hmm… tidak ada, atau gw yang belum tau aja. Tapi, memang
menurut mas-medhok- yang kita interogasi habis2an, “Semarang… adem ayem mas…” beda dengan jogja
bahkan solo. Pembangunan sepertinya tidak terlalu berkembang pesat. Macet
tidak, demo tidak, semua orangnya sopan2, pelan… pelan… belum begitu tercemar
oleh budaya2 luar. Walopun orang tua gw orang jawa, tapi tetp aja butuh
penyesuaian, karena jowo ne arek suroboyo ngomongnya ceplas ceplos, beda sama
jawa tengah yang tenang… dan pelan… ‘Oh ngono to mas…’
Setelah hari ketiga, kami sekeluarga pergi ke daerah
tingginya, yang disebut Bandungan. Durennya makkkk!!! Duren montong, duren
petruk dimana2. kenyang gw dibuatnya alah… niatnya sih nyari kebun duren yang gw liat di
berita. Tapi karena sesuatu dan lain hal, akhirnya beli duren di pinggir jalan pun tak pa. kalo
nyokap seneng banget ngeliat banyak dagang bunga. Kayanya sih… pelarian
keluarga gw kalo di semarang
bakalan ke daerah tinggi gini. Terutama, sasaran selanjutnya adalah… Dieng.
Gak lupa gw beli lunpia ama wingko babat di daerah mataram.
Liatkah kalian betapa bhinekanya Indonesia? Di tiap daerah kita
bakal menemukan cerita yang membedakan satu dan lainnya. Mulai dari Surabaya
dengan panasnya, Gresik dengan nasi krawunya-I love it-, Cirebon dengan nasi
jamblangnya, Semarang dengan simpang limanya, Bandung dengan mojang2 geulisnya,
Jogja dengan malioboronya, Sumedang dengan tahunya, Soto dengan Lamongannya,
eh, Lamongan dengan sotonya, Kudus dengan rokok kreteknya, Blitar dengan makam
Soekarnonya, Malang dengan bakso nya, Jakarta dengan busway nya. Itu baru satu
pulau, Jawa. Gimana kalo kita pergi ke pulau2 lain. Betapakah bedanya?
Makanya, be proud to be Indonesian!
BANDUNG-2006…
Kuliah di kampus putih biru
di tahun 3 penuh dengan rintangan, gak semulus sebelumnya. Tugas2nya,
edaaaaaaannn. #@*&%#@*-sensor- Semoga gw masih bisa bertahan… Semangat!!!
Demi masa depan!!!
Nafsu gw buat jalan2 kota hahahaha… aku bahagia. Semoga bisa kota yg lain.
terpuaskan di tahun ini, gak tau kenapa, kayanya ortu udah bisa ngasi
kepercayaan buat anaknya yg Not-a-girl-not-yet-a-woman ini untuk lepas sejenak
dari pengawasan mereka dan bersenang2 di berbagai
terulang lagi di
Selain itu, dengan segala
masalah yg dihadapi –alah- gw semakin mengenal diri sendiri, apa kelebihan gw,
apa kelemahan gw, yg sekarang harus gw ramu jadi Aruna yang mujarab. Weee… apa
coba.
Gw punya tanggung jawab baru
yang semoga bisa gw jalankan dengan baik tanpa meniggalkan tanggung jawab yg
udah ada sebelumnya.
Tokoh-tokoh di biografi kehidupan
gw hadir dan pergi di 2006, ada juga yg bertahan, semoga gw bisa menjaga
silaturahmi, hubungan gw ama keluarga, temen2 dan orang2 sekitar gw.
Buat seorang teman, Ardi, n sepupu gw, Rama, yg ud pergi,
semoga bisa hidup bahagia disana. Amin…
Yang belum berubah, gw masih
belum tau cita-cita gw???!!! Mau jadi apa nanti, setelah melepas jubah wisuda,
menerima ijazah dan tercabutlah status mahasiswa ini. Mau jadi apa? Gw jalani
semuanya, gw lakonin semuanya, tanpa tau hasrat gw yang sebenernya. (Kayanya
kuliah kapsel gak berhasil. kekeke…)
And, when December ends…
HappY New Year!!! Iiihhhiiiyyyy…
Tahun 2007 telah tiba,
kalender ganti kalender baru (yang dari STT). Iiihhhiiyyy… Selain itu?
Still the same, tidur di
kamar yang sama, jalan di gang yang sama, langit yang sama, orang2 yang sama.
Apa sih sebenernya makna
tahun baru, selain perayaan kembang api, tiup terompet dan ucapan lewat sms ‘Happy
New Year’? ……… Ummhh… gw gak tau
hampir tak bermakna si buat gw.
Oke de… sekali lagi,,, hap.. haaap…
haaappp….
Happy,,, happy,,, new
yeaaaaaaar,,,
Dan, minal aidin wal faidzin… happy ied adha juga
rate: * * * * *
produser: Jerry Bruckheimer
sutradara: Tony Scott
Pemain:
Denzel Washington …. Doug Carlin
Val Kilmer …. Agent Andrew Pryzwarra
Paula Patton …. Claire Kuchever
Gw kata sih, nih film keren bgttt!!!!!!
Awalnya, dari judul gw kira ini film misteri ternyata bukan. Trus liat covernya.. kayanya gak asik bgt. Gak ada yg cakep2. Cuma, kata temen gw, denzel Washington tu maennya bagus. Ya udah.. coba2 deh…
Semoga 20 ribu tidak terbang melayang percuma.
Ternyata eh ternyata… film kaya gini neh yg gw suka. dari awal sudah ngebawa penontonnya ke suasana menegangkan, ampe ke detik2 terakhir pun, deg-degan nya gak abis abis. gw harus puter otak buat nebak endingnya.
bener2 gak terbayangkan, imajinatif, tapi tetep rasional dengan penjelasan2 ilmiahnya. kayanya STT harus bikin alat yang kaya gini neh.
Oy, gw nonton di PVJ, bukan 21, mega blitzplex apa ya klo gak salah… tempatnya keren. bole juga dicoba.
BANDUNG- Betapa…. Gw ini pelupa. Seperti yang dibilang temen gw, “Apa sih yang nggak lo lupa?” ga Cuma itu, sifat2 jelek lain, temennya si pelupa, seperti ceroboh, gegabah dan moloran juga melekat erat di diri gw. Gw sudah punya segala macam bentuk schedule, mulai dari schedule di ha pe, agenda (sudah sering ganti-ganti, gak ada yang awet), ampe schedule board di dnding kamar gw, bisa juga peringatan2 bertuliskan font besar dan mencolok yang gw tempel di stereofoam di kamar gw. Semua sudah gw lakukan, dan hanya berjalan sebentar saja. Semudah gw memulainya, semudah itu juga agenda2 itu jadi basi.
Jangan tanya masalah jadwal atau hal-hal yang berbau tanggal ke gw. Kapan mulai ujian, kapan libur, kapan registrasi, jawaban dari gw adalah gumaman standar, “Umm… gak tau gw…” See?? Pernah denger gw ngomong kalimat yang mirip2 seperti ini?
“Terakhir ujian? Ummm… gak inget, lom liat jadwal gw…”
“Ya ampun… ultah lo kemaren? Gw lupa, sori baru ucapin sekarang… Happy b’day…”
“Loh, emang kuisnya hari ini ya??!! Bukannya besok… Mati gw.”
“Hari Senin ini? Ummm… ngapain ya… kuliah lah, emang mo ngapain” ya ampun Aruna, plis de, semua orang juga tau klo hari Senin itu libur hari Natal Aruna!! Where have u been?? Dasar manusia planet. ^.^
Setiap paginya gw terbangun, selalu ada niat mulia untuk mulai merubah diri. Tapi, ya… um… kalian bisa tebak sendiri lah…
Hmm… gw pikir2 apa ini penyakit keluarga, karena kakak gw juga punya penyakit pelupa akut yang sama kaya gw, eh lebih parah kakak gw deng.
Temen2 deket gw sih udah biasa dengan sifat gw ini, dan gw jadi sedikit (banyak deh) bergantung ama mereka. Kuliah di miskol2. Ada tugas diingetin, bahkan bahan kuliah pun dicariin. Gw ga tau mo ngomong apa, selain terima kasih… Makasih makasih… Tanpa kalian apa jadinya gw di perantauan ini.
Tapi gw harus cepet sadar, gw gak bisa berlama2 seperti ini. Seorang yang prof harus disiplin, on time dan menepati janji. Harus!! Kalo sifat gw ini Cuma merugikan diri sendiri ga pa pa, tapi klo ampe merugikan orang lain, gak bisa ditolerir lagi. Gw musti Berubah. BERUBAH!!! (emang satria baja hitam, berubah…)